Mengangkat Seni yang Terlupakan
Solo – Ditengah hiruk-pikuk politik dan penyidikan kebenaran hukum sekelompok anak muda dari kawasan pantura hadir membawakan pesan ke dalam seni ukir. Bertajuk “ Aktualisasi Diri dengan Karya Desain”, sekelompok mahasiswa sekolah tinggi teknologi dan desain nahdlatul ulama (STTDNU) Jepara mencoba mengemas ranah etis-etetis ke dalam karya seni.
Karya mereka yang dipajang di ruangh gelar Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta (3/2), berupa benda yang mengandung manfaat diolah melalui kerja akademis. Kritrikus seni Soegeng Tokio M. mengatakan…Solo – Ditengah hiruk-pikuk politik dan penyidikan kebenaran hokum sekelompok amanak muda dari kawasan pantura hadir membawakan pesan ke dalam seni ukir.
Bertajuk “ Aktualisasi Diri dengan Karya Desain”, sekelompok mahasiswa sekolah tinggi teknologi dan desain nahdlatul ulama (STTDNU) Jepara mencoba mengemas ranah etis-etetis ke dalam karya seni.
Karya mereka yang dipajang di ruangh gelar Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta (3/2), berupa benda yang mengandung manfaat diolah melalui kerja akademis. Kritrikus seni Soegeng Tokio M. mengatakan terdapat daya eksternal yang mengiringi peristiwa mental merekja menjadi sesuatu yang memberikan kesan dan pesan bermakna. “Ada kesadaran rasional dengan kemahiran untuk membuat produk yang tak hanya berwatak tradisional. Tapi, juga mencerminkan napas baru”, jelas Soegeng dalam catatan apresiasinya atas pameran desain tertsebut.
Menurut Soegeng, karya yang dipamerkan dapat menjadi batu loncatan. Senbab, beberapa karya be4rani menampilkan gagasan anomalis. “Apa yang sedang mereka jejaki itu secara umum merujuk pada makna kegunaan. Namun, membuat pula ranah lain yang menonjol dalam pencitraan social dan cultural”. Ujarnya. (petikan dari Radar Solo. Kamis 4 Maret 2010).
Sambutan Ketua STTDNU
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Selamat berjumpa dengan informasi-informasi kampus khususnya dalam memutuskan pilihan kemana harus kuliah yang sesuai dengan kondisi ekonomi kita, kondisi perencanaan program hidup kita, kondisi kemampuan kita.
Perlu diperhatikan bahwa banyak kakak-kakak kita yang dengan susah payah menyelesaikan kuliah pilihannya, namun sayang setelah lulus sulit mencari kerja atau berkarir yang sesuai dengan bidang ilmu yang diperoleh, alias ilmu yang diperolehnya tidak bermanfaat pada jenis pekerjaannya.
Adik-adik yang kami cintai, perlu kami sampaikan bahwa di Jepara sudah sepuluh tahun yang lalu berdiri Akademi Teknik Kayu (ATIKA), yang sekarang sudah berkembang menjadi Sekolah Tinggi Teknologi & Design Nahdlatul Ulama (STTDNU) dan spesifikasi Design dan Teknologi Pengolahan Kayu yang difasilitasi dengan mesin-mesin praktikum sangat modern.
Karena lokasi kampusnya berada di tengah-tengah lingkungan pusat pengrajin kayu dengan berbagai teknologi, baik yang tradisional maupun yang modern, sehingga para Mahasiswanya tidak hanya memperoleh ilmu perkayuan saja, tetapi dapat termotivasi semangat interpreneur yang tinggi. Lulusan STTDNU sangat mudah terserap kerja di banyak perusahaan, justru bukan sebagai pencari kerja tatapi malah ikut mencetak lapangan kerja.
Untuk itu bagi adik-adik yang menghendaki kuliah di jalur “CEPAT KERJA” maka pilihan tepat adalah Daftarkan segera ke STTD NU Jepara, InsyaAllah menjadikan masa depan anda lebih cerah.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Ketua STTD-NU Jepara